Peresmian Museum Sejarah Al-Quran sekaligus Lounching Mushaf Al-Quran Sumatera Utara

Minggu, 22 September 2019. Kepala Biro Sosial dan Kesejahteraan Setda Provsu, Bapak Drs. H. Muhammad Yusuf, MM menghadiri Peresmian Museum Sejarah Al-Quran sekaligus Lounching Mushaf Al-Quran Sumatera Utara yang di selenggarakan di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing Medan.

Peresmian Museum Sejarah Al-Quran sekaligus Lounching Mushaf Al-Quran Sumatera Utara ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi.

Dalam Peresmian Museum Sejarah Al-Quran sekaligus Lounching Mushaf Al-Quran Sumatera Utara ini  juga dihadiri oleh ratusan masyarakat Medan.

Museum Sejarah Al-Quran Sumatera Utara ini memiliki beragam Al-Quran yang sudah berumur ratusan tahun, yang sarat dengan nilai-nilai sejarah dan telah di kumpulkan di dalam museum agar dapat disaksikan oleh masyarakat.

Salah 1 dari Mushaf yang sudah berumur ratusan tahun yakni Mushaf Simalungun Iluminasi Batik Banji yang diperkirakan berusia 200 tahun yang kondisinya sekarang terlihat sudah cukup lapuk, serta kertasnya terlihat dipenuhi lubang. Hal tersebut dikarenakan selama ini mushaf tersebut hanya dibiarkan saja tergeletak di gedung mushalla, tanpa dipelihara.

Maka dari itu, banyak panitia dari BKM Mesjid menitipkan Mushaf ke Museum Sejarah Al-Quran Sumatera Utara.

Dalam penyampaiannya Bapak Edy Rahmayadi mengatakan bahwa, “Ini sejarah islam, saya kalau bicara ini sedih karena kita melupakan sejarah, Alhamdulilah pak kepala desa mau menyerahkan ini. Seharusnya di 2018 museum ini diresmikan bersamaan dengan selesainya masjid Agung. Tapi terkendala, akhirnya nanti di 2020 untuk sementara tempatnya disini dulu. Selebihnya kita akan membuat islamic center, ditanah 50 hektar akan kita siapkan tempatnya disitu,” katanya.

Bapak Edy mengatakan bahwa peresmian museum sejarah Al-Quran adalah hal yang sangat penting, dan seharusnya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau ini tidak dilanjutkan, anak dan cucu kita tidak tahu mushaf ini. Jadi Tolong kepada panitia, kalau ada kegiatan seperti ini tolong di fasilitasi dengan benar, karena ini lebih besar dari kegiatan lain. Kumpulkan ahli-ahli, berapapun kita siapkan,” tambahnya.

Kegiatan peresmian tersebut juga dilengkapi dengan berbagai kegiatan lainnya seperti Pameran, Seminar, serta pekan seni dan budaya Qur’an Sumatera Utara.

 

Related Posts

PENUNDAAN MTQ KE-37

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MEDAN – Menyikapi kondisi merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di berbagai wilayah Indonesia termasuk Sumatera ...